Pendapatan negara hingga Semester I 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, atau 46,3 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun. Secara tahunan, realisasi tersebut tumbuh 21,4 persen.
Menurut Purbaya, peningkatan penerimaan didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, penguatan pengawasan perpajakan dan kepabeanan, serta peningkatan tata kelola penerimaan negara.
"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," ujarnya.
Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp271 triliun atau 59 persen dari target.
Purbaya mengatakan penerimaan pajak tumbuh 24,6 persen pada enam bulan pertama 2026. Capaian tersebut berbalik positif setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi sekitar 7 persen.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan reformasi perpajakan dan reformasi organisasi di lingkungan otoritas pajak mulai memberikan hasil.