JAKARTA - Transformasi digital kini merambah sektor filantropi Islam. Hal ini melalui inovasi digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menunaikan sedekah secara rutin sekaligus memperkuat tata kelola filantropi Islam yang profesional hingga transparan.
Maybank Syariah menyuntikkan kapabilitas teknologi digitalnya ke dalam platform komunikasi dan donasi yang dimiliki oleh Hidayatullah dan lembaga amil zakat resminya, BMH. Salah satu terobosan utama yang dihadirkan adalah integrasi fitur pembayaran QRIS untuk memangkas hambatan biaya transaksi perbankan.
Direktur Maybank Syariah Romy Hardiansyah menjelaskan bahwa kehadiran fitur QRIS yang terintegrasi langsung di aplikasi ini menjadi solusi konkret atas masalah biaya administrasi yang kerap membebani donatur saat melakukan transfer antarbank.
"Biasanya kalau mengirim uang dan banknya berbeda dengan bank yang dipakai oleh Hidayatullah atau BMH, itu ada ongkosnya Rp5.000 atau Rp10.000 melalui LLG atau RTGS. Dengan sistem baru ini, ongkos-ongkos tersebut sudah sangat diefisiensikan," ujar Romy dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Melalui integrasi ini, aplikasi akan langsung menghasilkan (generate) kode QRIS khusus bagi setiap donatur. Efisiensi ini memastikan bahwa nominal dana yang dikeluarkan oleh donatur dapat dialokasikan secara utuh tanpa potongan sepeser pun.
"Jadi lebih banyak dari dananya itu memang [utuh] untuk masyarakat yang memerlukannya. Itu salah satu keunggulannya," tambahnya.
Selain menekan biaya, aspek kepraktisan menjadi sorotan utama. Donatur kini dapat menunaikan sedekah kapan saja dan di mana saja secara instan. Kehadiran pembayaran digital ini menghapus batasan fisik yang selama ini mengharuskan masyarakat berada di lokasi tertentu untuk berdonasi.
"Ini bisa dilakukan dari rumah, dari sekolah, dari tempat pekerjaan, atau saat aktivitas sehari-hari. Tidak harus waktu kita pas lagi ada di masjid atau lagi di daerah-daerah tertentu yang ada kotak amal," kata Romy.
