Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Panjang di SPBU karena Banyak Warga Beralih ke BBM Subsidi

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2026 |17:25 WIB
Antrean Panjang di SPBU karena Banyak Warga Beralih ke BBM Subsidi
Antrean Panjang di SPBU karena Banyak Warga Beralih ke BBM Subsidi (Foto: Okezone)
A
A
A

Dia menambahkan BPH Migas terus menindak pelanggaran penyalahgunaan BBM subsidi, mulai dari pemblokiran QR Code hingga penyerahan kendaraan yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan kepada aparat penegak hukum.

"Kami mengharap dan mengimbau belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar. Dan kami terus menggerakkan dan melakukan evaluasi kaitannya pelanggaran-pelanggaran pembelian BBM subsidi baik itu melakukan blokir QR Code," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mempercepat distribusi BBM. Upaya tersebut meliputi penambahan armada mobil tangki, penambahan awak mobil tangki (AMT), serta memperpanjang jam operasional SPBU dan pengiriman dari terminal BBM ke SPBU.

"Mudah-mudahan itu juga bisa mengurai dalam waktu lebih cepat," tuturnya.

Dia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi lebih dari cukup. Menurutnya, ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 14 hingga 40 hari. Sementara untuk Pertalite dan Biosolar, rata-rata stok tersedia sekitar 15 hari.

"Kalau stok untuk BBM nasional itu rata-rata di 14 sampai 40 hari itu berbeda-beda ya karena ada yang mungkin sekarang Pertalite dan biosolar rata-rata sekarang di 15 hari," tegas Taufik.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement