Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Faktor yang Topang Kinerja TUGU, Investor Pantau Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |08:14 WIB
Faktor yang Topang Kinerja TUGU, Investor Pantau Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN
Investor Pantau Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Di luar faktor fundamental, perhatian investor juga tertuju pada wacana konsolidasi perusahaan asuransi umum BUMN di bawah ekosistem Danantara. 

Nicholas menilai perkembangan tersebut merupakan katalis yang layak diperhatikan, meski hingga saat ini prosesnya masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat disimpulkan bagaimana bentuk maupun dampaknya terhadap nilai perusahaan.

Semesta Indovest Sekuritas memulai cakupan riset terhadap emiten asuransi umum tersebut dengan rekomendasi beli dan target harga Rp1.725 per saham. 

Menurut Nicholas, vvaluasi TUGU saat ini belum mencerminkan kualitas fundamental perusahaan. Menurutnya, saham TUGU masih diperdagangkan pada kisaran 0,4 kali price-to-book value (PBV), jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan asuransi umum, meskipun memiliki permodalan yang solid, profitabilitas yang terus membaik, dan prospek pertumbuhan yang menarik.

"Kami menginisiasi riset TUGU dengan rekomendasi BUY dan target harga Rp1.725 per saham. Kami melihat valuasi TUGU saat ini masih terlalu murah dibandingkan prospek pertumbuhan laba dan kualitas fundamentalnya," ujar Nicholas.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa konsolidasi di industri asuransi memiliki kompleksitas yang berbeda dibandingkan sektor perbankan. Dalam transaksi asuransi, perusahaan tidak hanya menggabungkan aset dan modal, tetapi juga mengambil alih portofolio risiko, kewajiban klaim, serta kecukupan cadangan dari entitas yang bergabung. Karena itu, proses integrasi biasanya membutuhkan waktu lebih panjang dan analisis yang lebih mendalam.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement