Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2026 |15:48 WIB
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Volume transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau meningkat 38,09 persen. (Foto: okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat layanan pembayaran ritel BI-FAST terus menunjukkan pertumbuhan pada triwulan II 2026. Volume transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau meningkat 38,09 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan peningkatan transaksi BI-FAST mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pembayaran digital yang cepat, efisien, dan aman oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain BI-FAST, transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi. Volume transaksi QRIS meningkat 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut.

"Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna maupun merchant yang mulai mengadopsi sistem pembayaran digital," ujarnya dalam Pengumuman RDG Bulanan Juli 2026 secara virtual, Rabu (22/7/2026).

Untuk transaksi bernilai besar, volume transaksi yang diproses melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mencapai 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS meningkat 12,66 persen menjadi Rp53.492 triliun pada periode yang sama.

Di sisi pengelolaan uang Rupiah, BI mencatat Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen secara tahunan menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai tetap terjaga di tengah semakin pesatnya penggunaan instrumen pembayaran digital.

Perry menegaskan stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terjaga berkat dukungan infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat. Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) maupun sistem pembayaran industri berjalan lancar, didukung kecukupan pasokan uang Rupiah dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Menurutnya, penguatan interkoneksi antarpelaku industri juga terus mendorong perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD). Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran dengan memastikan setiap pengembangan aktivitas, produk, maupun kerja sama memenuhi aspek manajemen risiko dan sejalan dengan arah kebijakan bank sentral.

"Bank Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan berkualitas layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T)," kata Perry.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement