Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Kembali Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2026 |11:25 WIB
Rupiah Kembali Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Rupiah Kembali Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya (Foto: Okezone)
A
A
A

Ibrahim menambahkan, lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan tersebut turut meningkatkan risiko inflasi global. Hal ini berpotensi mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer), sehingga memberikan topangan kuat bagi penguatan dolar AS.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai laju Rupiah sepekan ini turut terbebani oleh lambatnya pemulihan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih tertahan di bawah kisaran 5 persen akibat investasi yang belum solid serta konsumsi rumah tangga yang cenderung lesu.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha memilih untuk bersikap wait and see dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan tingginya biaya pendanaan. Di sisi lain, langkah Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan sejauh ini belum cukup memberikan dorongan bagi penguatan Rupiah.

Untuk perdagangan sepekan mendatang, Ibrahim memproyeksikan pergerakan nilai tukar Rupiah akan berada pada rentang Rp17.880 hingga Rp18.250 per dolar AS.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement