JAKARTA - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terjadi secara mendadak setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Posisi tersebut kemudian diisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN baru.
1. Nanik S Deyang Mundur
Nanik S Deyang menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Melalui pernyataan yang disampaikan, Nanik mengatakan dirinya telah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk meninggalkan jabatan tersebut demi menjalani perawatan.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.
2. Sudaryono Ditelepon Seskab
Tak lama setelah Nanik mengundurkan diri, Sudaryono mendapat kabar mengenai penunjukannya sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik.
Sudaryono mengatakan informasi tersebut disampaikan langsung melalui sambungan telepon oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Ia menyebut Teddy menyampaikan bahwa pelantikan Kepala BGN baru akan digelar pada Rabu (22/7/2026) sore.
"Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan kepala BGN)," kata Sudaryono.
3. Tangan Sudaryono Sampai Dingin
Sudaryono mengaku penunjukannya sebagai Kepala BGN merupakan tanggung jawab besar.
Ia bahkan mengungkapkan rasa tegang bercampur senang setelah mendapat amanah tersebut hingga membuat telapak tangannya terasa dingin.
"Ini tadi kalau tangan saya dingin ya, ini kan antara senang ya, senang dalam arti mendapatkan tanggungjawab kan ya, tapi juga dalam hal ini tanggungjawab ini juga besar," kata Sudaryono.
4. Sudaryono Yakin Pahami Program MBG
Meski mendapat tugas baru, Sudaryono optimistis mampu menjalankan amanah sebagai Kepala BGN.
Ia menilai memiliki pemahaman terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena telah terlibat sejak tahap awal penyusunan materi kampanye Presiden Prabowo.
Menurutnya, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden yang telah dibahas jauh sebelum masa kampanye hingga kemudian mulai dijalankan setelah Prabowo menjabat sebagai kepala negara.
"Program MBG ini kan sebetulnya adalah program prioritas Presiden yang dibahas sejauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, kemudian setelah kemudian beliau dilantik jadi Presiden kan untuk dilaksanakan, artinya ya kalau ibaratnya kalau ditanya misalnya ke saya, ya saya tahu persislah," ungkap Sudaryono.
5. Prabowo Beri Arahan: Selesaikan Persoalan MBG
Setelah resmi dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono mengungkapkan arahan pertama Presiden Prabowo terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Prabowo meminta jajaran BGN bekerja secara efektif, efisien, dan cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.
"Target khususnya harus efektif, efisien, dan cepat selesai. Arahan Pak Presiden yaitu you have to run into the problem, kita harus mau lari dan selesaikan persoalan dengan cara love your people and use your common sense," kata Sudaryono.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.