Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Barang Makin Mahal Imbas Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar, Masyarakat Gigit Jari

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2026 |13:10 WIB
Harga Barang Makin Mahal Imbas Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar, Masyarakat Gigit Jari
Harga Barang Makin Mahal Imbas Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar, Masyarakat Gigit Jari (Foto: Okezone)
A
A
A

Tekanan terhadap sektor riil kian diperberat oleh melonjaknya beban kewajiban finansial korporasi maupun pemerintah yang memiliki fasilitas utang valuta asing. Pelemahan nilai tukar rupiah secara otomatis meningkatkan nilai realisasi pembayaran pokok serta bunga utang berdenominasi dolar AS.

"Dampaknya juga kepada pembayaran utang, terutama utang yang berdenominasi dolar menjadi lebih mahal, sehingga pembayarannya jadi lebih tinggi kalau rupiah lebih lemah. Ini berdampak dari sisi pembiayaan, bukan hanya untuk utang pemerintah tetapi juga utang swasta," tutur Faisal.

Tekanan kurs ini terjadi di tengah dinamika kinerja ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% (yoy), dengan penopang utama dari sektor riil yakni industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 19,07% terhadap PDB dan tumbuh 5,04% (yoy). 

Secara makro, PDB turut menaikkan kinerja sektor riil seperti industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian. Kinerja industri ini tumbuh sebesar 5,04 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB dengan porsi 19,07 persen.

Di ranah perdagangan besar dan eceran tercatat tumbuh 6,26 persen dengan kontribusi sebesar 13,28 persen terhadap struktur ekonomi. Adapun ranah pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatatkan pertumbuhan 4,97 persen dengan porsi kontribusi sebesar 12,67 persen.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement