Menurutnya, panjangnya rantai distribusi membuat keuntungan lebih banyak dinikmati para perantara. Berdasarkan perhitungan pemerintah terhadap sembilan komoditas pertanian, keuntungan yang diperoleh middleman mencapai sekitar Rp313 triliun.
Amran menilai apabila sebagian keuntungan tersebut dapat dialihkan melalui koperasi, maka pendapatan petani akan meningkat sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
"Artinya apa? Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik, konsumen yang biasanya beli 1 kg bisa menjadi 1,5 kg," sebutnya.
Selain menyerap hasil panen, koperasi juga akan mempermudah petani memperoleh pupuk karena distribusinya dilakukan langsung di tingkat desa. Petani pun dapat menjual gabah ke koperasi tanpa harus menempuh jarak jauh menuju gudang Bulog.
Dia menambahkan, koperasi juga akan menjalankan fungsi sebagai distributor melalui Agrinas Pangan. Skema tersebut diharapkan mampu menyalurkan komoditas dari daerah yang mengalami surplus produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
"Jadi ada dua fungsi, offtaker. sayur-sayuran yang selama ini biasa kita lihat tomat dibuang, sayur dibuang, cabai dibuang karena harganya murah. Tapi di Timur, di Aceh murah tapi di Timur mahal. Nah, inilah fungsi Agrinas Pangan nanti mengorganize dari Sabang sampai Merauke," ucap Amran
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.