Pertanyaan itu langsung dijawab kompak oleh Direktur Utama PT KAI dan Menteri Perhubungan. “Siap bisa,” jawab keduanya kompak.
Mendengar jawaban tersebut, Prabowo pun berkelakar bahwa para pembantunya memang harus diberi target besar. “Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan, ya,” ujar Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan rencana pembangunan Trans-Kalimantan setelah proyek Trans-Sumatra dimulai. “Habis Trans-Sumatra nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan. Indonesia menghadapi masa depan dengan optimis, dengan gembira, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Prabowo menyatakan berharap revitalisasi stasiun-stasiun bersejarah terus berlanjut dan pembangunan jaringan kereta api nasional dapat segera direalisasikan.
“Terima kasih, selamat bertugas. Dan dengan demikian saya akan resmikan sebentar lagi revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dan saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain termasuk launching Trans-Sumatra Railway,” pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.