Meski demikian, ia menilai daya beli masyarakat saat ini masih lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari dibandingkan membeli aset atau barang bernilai besar.
"Mereka masih punya daya beli sehingga sektor konsumsi tetap positif. Namun, apakah daya beli itu cukup untuk membeli barang-barang besar, ini yang membutuhkan dukungan kebijakan," ucapnya.
Karena itu, Hosianna berharap pemerintah dapat menghadirkan berbagai kebijakan yang mendorong masyarakat kembali mampu membeli barang bernilai besar, seperti rumah dan kendaraan. Salah satu contohnya adalah pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV), yang dinilai mampu menekan biaya kepemilikan melalui pajak dan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
"Seperti sekarang kendaraan listrik sedang booming. Mengapa masyarakat membeli? Karena pajaknya lebih murah dan biaya perawatannya juga lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Jika insentif seperti ini terus berlanjut, ada kemungkinan masyarakat akan lebih berani melakukan pembelian barang bernilai besar. Intinya, harus ada kebijakan yang menjaga daya beli masyarakat untuk kepemilikan aset, terutama rumah," tuturnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.