Menurut wilayah, deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,37 persen, dan inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,38 persen. Dari 38 provinsi, tercatat 27 provinsi mengalami deflasi, dan 11 provinsi mengalami inflasi.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,87 persen, diikuti kelompok transportasi 0,62 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,61 persen.
Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi, dengan andil inflasi tertinggi diberikan oleh komponen inti sebesar 1,76 persen, diikuti komponen harga diatur pemerintah 0,70 persen, dan komponen bergejolak 0,42 persen.
Pada komponen inti, inflasi utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, dan biaya akademi/perguruan tinggi.
Seluruh provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan, dengan inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,47 persen, dan inflasi terendah terjadi di Papua Selatan sebesar 1,46 persen.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.