Menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan meningkat 7,37 persen. Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 dengan andilnya 6,18 persen.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar tersebut terutama yaitu pada produk olahan nikel, kemudian pada minyak kelapa sawit, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, serta juga dari aluminium.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utamanya, nilai ekspor non-migas ke China tercatat sebesar USD34,56 miliar atau naik sebesar 18,10 persen jika dibandingkan pada kondisi Januari sampai dengan Juni tahun 2025.
Kenaikan ekspor non-migas ke China utamanya pada nikel dan barang daripadanya atau HS75, lemak dan minyak hewani atau nabati atau HS15, dan juga bahan bakar mineral atau HS27.
Kemudian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan prioritas yang sama tahun yang lalu, maka pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2026, ekspor non-migas ke lima negara atau kawasan tujuan utamanya mengalami peningkatan. Namun demikian, pada negara atau kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.