"Konsumsi masih menjadi jangkar pertumbuhan, tetapi penurunan keyakinan masyarakat perlu diantisipasi. Menjaga stabilitas harga dan kepastian pendapatan penting agar konsumsi tetap kuat pada semester II," jelas Trisha.
Namun demikian, ia menyarankan pemerintah agar fokus memastikan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 diikuti peningkatan kualitas pekerjaan. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen.
Namun, tambahan pekerja informal mencapai sekitar 1,16 juta orang, lebih tinggi dibandingkan tambahan pekerja formal yang sekitar 740 ribu orang. Hampir enam dari sepuluh penduduk bekerja masih berada dalam kegiatan informal. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi perluasan pekerjaan formal yang produktif, stabil, dan memiliki perlindungan sosial.
Dari sisi fiskal, GREAT Institute memandang strategi frontloading belanja pemerintah yang sukses mendorong perekonomian pada semester I diharapkan semakin menghasilkan efek pengganda pada paruh kedua tahun ini. Akselerasi belanja barang yang lebih tinggi dibandingkan belanja modal menunjukkan bahwa dorongan fiskal pada awal tahun terutama diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek hingga menengah.
Dampaknya terhadap perputaran usaha, pendapatan, dan konsumsi masyarakat diharapkan semakin terlihat pada semester II. Efektivitas strategi tersebut akan ditentukan oleh kemampuan belanja pemerintah menjangkau sektor riil, menyerap produk domestik, serta menciptakan permintaan lanjutan bagi pelaku usaha dan tenaga kerja.