Lebih lanjut, Danantara mensyaratkan setiap rencana investasi baru di lingkungan PTPN wajib didasari studi kelayakan (feasibility study) yang komprehensif. Perhitungan produktivitas lahan juga harus dilakukan secara presisi untuk menjamin tingkat pengembalian investasi (rate of return) yang sehat dan efisien bagi negara.
Selain mengejar profitabilitas, penataan investasi baru wajib menyeimbangkan aspek keberlanjutan ekosistem dan lingkungan hidup di wilayah sekitar perkebunan. Pola pendekatan bertahap juga ditekankan agar setiap risiko finansial maupun ekologis dapat dimitigasi sejak dini.
"Hilirisasi harus disiapkan melalui perencanaan dan riset matang dalam skala terukur terlebih dahulu, didukung studi kelayakan komprehensif serta memastikan pemilihan lahan tidak mengurangi fungsi kawasan resapan air," jelas Dony.
Melalui komitmen hilirisasi yang terukur tersebut, langkah strategis PTPN Group diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penopang ketahanan nasional. Sinergi ini ditargetkan mampu menekan ketergantungan terhadap impor pangan dan energi sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi sektor perkebunan di Tanah Air.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.