JAKARTA - Dalam investasi waran terstruktur, ada satu konsep dasar yang sering muncul dan sebaiknya dipahami sejak awal, yaitu moneyness. Konsep ini digunakan untuk melihat posisi harga saham underlying terhadap harga pelaksanaan waran terstruktur. Secara umum, moneyness terbagi menjadi tiga kondisi, yaitu In The Money (ITM), At The Money (ATM), dan Out of the Money (OTM).
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap instrumen investasi seperti waran terstruktur menjadi hal penting bagi investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai.
“Waran terstruktur memiliki karakteristik yang berbeda dengan instrumen investasi lainnya. Oleh karena itu, investor perlu memahami mekanisme serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harganya sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Luqman.
MotionTrade merangkum perbedaan ITM, ATM, dan OTM untuk membantu investor memahami karakteristik waran terstruktur, yaitu:
Pergerakan harga waran terstruktur ITM cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga underlying-nya. Waran terstruktur tipe call disebut In The Money ketika harga underlying lebih besar dari harga pelaksanaan. Waran terstruktur tipe put disebut In The Money ketika harga underlying lebih kecil dari harga pelaksanaan.
Waran Terstruktur disebut At The Money ketika harga underlying sama dengan harga pelaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa harga underlying berada tepat pada level harga pelaksanaan. Kondisi ini berlaku untuk waran terstruktur call dan put.