Menurutnya, pola perjalanan tersebut juga mendukung pergeseran dari orientasi jumlah kunjungan menuju pariwisata berkualitas. Wisatawan diharapkan mengunjungi lebih banyak destinasi dan tinggal lebih lama di Indonesia.
“Ada setidaknya tiga manfaat yang diharapkan. Pertama, wisatawan memperoleh kemudahan melanjutkan perjalanan domestik. Kedua, arus wisatawan dapat tersebar ke lebih banyak destinasi. Ketiga, masa tinggal (length of stay) berpotensi meningkat karena wisatawan mengunjungi lebih banyak tempat. Selain menambah jumlah, juga akan menambah kualitas dari wisatawan,” katanya.
Sementara itu, Marketing Group Head Garuda Indonesia Prina Eka Putri mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong wisatawan mancanegara mengunjungi lebih banyak destinasi di Indonesia.
“Program ini ingin mengubah pola perjalanan yang sekadar arrive, tetapi juga discover more Indonesia,” ujar Prina.
Menurut Prina, pergerakan wisatawan ke destinasi domestik diharapkan memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi, seperti hotel, UMKM, pusat perbelanjaan, dan transportasi.