Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin memperkirakan passive outflow dari perubahan indeks MSCI berada di kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Arus dana keluar tersebut diperkirakan terjadi pada hari efektif rebalancing, yakni setelah perdagangan 31 Agustus 2026.
Wilbert mengatakan dampak terhadap pasar secara keseluruhan kemungkinan minimal, meski sentimen jangka pendek dapat tertekan karena tidak ada saham Indonesia yang masuk ke indeks dan hanya terjadi pengurangan.
"Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN," kata Wilbert.
Selain perubahan komposisi saham, bobot Indonesia dalam indeks emerging market juga diperkirakan mengalami penurunan. Wilbert memperkirakan bobot Indonesia turun dari sekitar 0,49 persen menjadi 0,46 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat dampak review MSCI terhadap pasar Indonesia diperkirakan tidak terlalu besar secara keseluruhan.
Menjelang review MSCI berikutnya pada November 2026, Mirae Asset menilai Indonesia perlu menjaga kredibilitas pasar serta memperkuat komunikasi antara regulator dan MSCI.
Perbaikan secara bertahap pada aspek tersebut dinilai dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif, sekaligus menjadi katalis tambahan bagi arus modal asing dan kinerja pasar saham Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.