Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Anjlok 1 Persen ke 6.307, 472 Saham Kebakaran

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |12:36 WIB
IHSG Anjlok 1 Persen ke 6.307, 472 Saham Kebakaran
IHSG Anjlok 1 Persen ke 6.307, 472 Saham Kebakaran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,06 persen atau 67,81 poin ke level 6.307,11 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (24/9/2026). IHSG sebelumnya juga dibuka melemah ke 6.364.  

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak ke level tertinggi di 6.368 dan terendah di 6.304. Tercatat sebanyak 184 saham menguat, sedangkan 472 saham melemah dan 307 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan mencapai 17,4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6 triliun. Sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 945 juta kali.

Secara sektoral, seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor energi mencatat pelemahan sebesar 1,15 persen. Kemudian sektor non siklikal turun 0,12 persen, sektor siklikal turun 1,07 persen, sektor keuangan turun 0,75 persen, dan sektor infrastruktur turun 0,75 persen.

Sektor properti melemah 1,30 persen, sektor bahan baku melemah 1,68 persen, transportasi turun 0,52 persen, sektor industri terkoreksi 1,63 persen, serta teknologi turun 1,17 persen. Adapun sektor kesehatan turun sebesar 0,81 persen.

Dari jajaran saham yang menguat, Bakrie Sumatera Plantarions (UNSP) memimpin top gainers dengan kenaikan 25,00 persen. Disusul Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) yang naik 24,62 persen dan Fortune Indonesia (FORU) menguat 24,58 persen.

Sementara itu, Steady Safe (SASE) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 14,62 persen. Kemudian Wahana Inti Makmur (NASI) turun 14,60 persen dan Media Nusantara Citra (MNCN) melemah 14,55 persen.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement