Amran menegaskan tawaran tersebut bukan bentuk hukuman ataupun upaya untuk mendiskriminasi Tiara karena berstatus sebagai perempuan. Dia menyebut posisi yang ditawarkan justru dapat menjadi bentuk promosi.
"Jadi bukan dihukum, tetapi, nah saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ membuktikan bahwa saya tidak ada diskriminasi, kami mau di sini berkantor. Dengan jabatan sama, bahkan promosi," jelasnya.
Sementara itu, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyatakan tidak menemukan unsur diskriminasi terhadap perempuan dalam kasus pencopotan Tiara Devi.
Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfa mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Amran terkait persoalan tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi, Komnas Perempuan menilai persoalan itu telah selesai.
"Hari ini kami sudah mengkonfirmasi, mengklarifikasi terkait dengan penyataan beliau dan alhamdulillah clear, sudah tidak ada lagi yang perlu kita perdebatkan," kata Maria.
Maria menjelaskan, Komnas Perempuan juga melihat Kementerian Pertanian telah mengadopsi prinsip pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Hal tersebut menjadi salah satu acuan Komnas Perempuan dalam melihat ada atau tidaknya ketimpangan gender di lembaga negara, termasuk dalam program maupun pelaksanaannya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.