Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ESDM Ungkap 26 Proyek Hilirisasi Strategis Capai Rp225 Triliun Tengah Dikembangkan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |18:09 WIB
ESDM Ungkap 26 Proyek Hilirisasi Strategis Capai Rp225 Triliun Tengah Dikembangkan
Proyek Hilirisasi Strategis (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan terdapat 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan nilai investasi sekitar Rp225 triliun yang saat ini tengah dikembangkan.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pengembangan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperdalam hilirisasi mineral dan membangun ekosistem industri di dalam negeri.

"Selain itu, pada saat ini terdapat 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan nilai sekitar 225 triliun yang tengah dikembangkan," ujar Tri dalam Global South Dialogue on Critical Mineral and Green Industrialization, Kamis (13/8/2026).

Menurut Tri, perkembangan tersebut menunjukkan arah kebijakan hilirisasi Indonesia mulai bergeser dari sekadar kegiatan processing menuju pembangunan ekosistem industri yang lebih terintegrasi.

Dia menilai, penguatan hilirisasi penting karena Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis yang cukup besar. Namun, keberhasilan pengelolaan sumber daya tersebut tidak hanya diukur dari seberapa banyak mineral yang ditambang, melainkan dari kemampuan Indonesia meningkatkan nilai tambah hingga masuk ke rantai industri yang lebih tinggi.

Indonesia, lanjut Tri, telah menetapkan 47 mineral sebagai mineral kritis melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 296 Tahun 2023. Selain itu, terdapat 22 mineral yang ditetapkan sebagai mineral strategis melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 69 Tahun 2024.

"Potensi sumber daya tersebut akan memberikan manfaat maksimal apabila kita mampu masuk semakin jauh ke dalam rantai nilai," katanya.

Tri mencontohkan pengembangan industri nikel yang dapat dilakukan secara berjenjang, mulai dari bijih, nikel sulfat, prekursor, katoda hingga sel baterai. Dengan semakin panjangnya rantai pengolahan, nilai ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement