Dari sisi penerimaan negara, Faisal mengingatkan agar pemerintah jeli memilah sektor potensial dan menghindari pengenaan beban pajak berlebih pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di tengah dinamika pasar saat ini, sektor UMKM justru membutuhkan berbagai kelonggaran insentif agar dapat terus bertahan dan berkembang.
Optimalisasi pendapatan negara disarankan membidik korporasi skala besar yang saat ini tengah membukukan pertumbuhan laba signifikan, seperti korporasi yang mengalami keuntungan tidak terduga (windfall profit) akibat lonjakan harga komoditas global.
Selain komoditas, potensi penguatan pundi-pundi kas negara juga dapat diakselerasi melalui pemetaan bisnis modern yang tengah berkembang pesat. Pemerintah perlu mengoptimalkan kontribusi pajak dari pelaku usaha raksasa yang meraup margin keuntungan besar dari ceruk pasar domestik.
"Dan juga sektor-sektor lain, usaha besar yang pada saat sekarang mungkin yang terkait dengan bisnis digital atau teknologi digital yang banyak mendapatkan keuntungan dari market atau multinasional," tutur Faisal.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.