Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, 1 Juta Lebih Berstatus Anak

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |11:26 WIB
1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, 1 Juta Lebih Berstatus Anak
Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan sebanyak 1.494.652 data penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi terkait transaksi judi online (judol). (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

“Jadi urutannya tadi anaknya, kemudian suaminya yang terlibat, kemudian istrinya, ya perempuan juga ada ini yang bermain judi sekitar 40.000. Ada juga cucunya. Cucunya itu sekitar 23.000 lebih. Dan sisanya ini status lainnya seperti menantu, mertua, termasuk pembantu,” tambahnya.

Transaksi Judol Tertinggi Capai Rp2,68 Miliar

Joko mengatakan, berdasarkan data transaksi sepanjang 2025, rata-rata nilai transaksi judi online yang terdeteksi mencapai Rp1,9 juta per orang. Nilai transaksi terendah tercatat Rp5.000, sedangkan yang tertinggi mencapai Rp2,68 miliar. Kemensos masih mendalami transaksi dengan nilai terbesar tersebut.

“Kemudian dari sisi transaksinya, ini lumayan bervariatif dan rata-rata itu di angka 1,9 juta per orang transaksinya. Ini dalam kurun waktu tahun 2025. Jadi selama 2025 itu rata-rata transaksinya itu 1,9 juta. Yang paling banyak itu 2,6 miliar, ini satu orang. Yang paling sedikit 5 ribu,” kata Joko.

Kemensos juga masih menelusuri apakah transaksi tersebut menggunakan rekening yang menjadi sarana penyaluran bansos atau rekening lain milik anggota keluarga.

“Kalau rekening penerima bansos biasanya cuma untuk transfer kemudian diambil. Tapi sedang kami selidiki ini, apakah memang menggunakan rekening bansos atau tidak,” jelasnya.

Jawa Barat Terbanyak Terdeteksi Bermain Judol

Berdasarkan wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah data terindikasi judi online terbanyak, yakni 336.579 data. Selanjutnya disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement