Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rantai Pasok Biomassa Diperkuat untuk Dukung Transisi Energi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2026 |10:26 WIB
Rantai Pasok Biomassa Diperkuat untuk Dukung Transisi Energi
Rantai Pasok Biomassa Diperkuat untuk Dukung Transisi Energi (Foto: PLN EPI)
A
A
A

PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa meningkat menjadi 10 juta ton per tahun pada 2030, sehingga membuka peluang optimalisasi sekitar 60 juta ton potensi biomassa yang selama ini belum termanfaatkan.

"Semakin meningkat pertanian dan industri pertanian di Indonesia, maka biomassa juga akan semakin meningkat. Kepentingan untuk mengganti molekul-molekul fosil ke tubuh pembangkit kita itu juga makin mudah kita dapatkan sampai angka 10 juta ton di tahun 2030," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid mengatakan pengembangan energi berbasis potensi lokal merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian dan produktivitas desa. PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN dan Kemendes PDT mengenai pemanfaatan dan pengelolaan tenaga listrik dalam rangka peningkatan perekonomian dan produktivitas di desa serta daerah tertinggal.

Melalui kerja sama tersebut, residu pertanian dan perkebunan seperti sekam padi, bonggol jagung, ampas tebu, tandan kosong kelapa sawit, dan cangkang sawit dapat diolah menjadi biomassa yang memenuhi spesifikasi pembangkit listrik. Dalam skema ini, BUM Desa berperan sebagai pengorganisasi masyarakat sekaligus penghubung antara sumber biomassa di desa dengan kebutuhan pembangkit PLN.

Hokkop menilai model kemitraan tersebut akan memperkuat rantai pasok biomassa nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa.

"Semua sumber-sumber residu agro yang ada di daerah pedesaan, yang mungkin dikoordinasikan oleh BUM Desa, dengan adanya PKS ini bisa kita ambil bersama untuk menjadi rantai pasok baru di tubuh pembangkit kita," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement