Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan dan melakukan groundbreaking sejumlah proyek dengan total kapasitas 5.216 MWp atau sekitar 5,2 GWp. Proyek-proyek tersebut mencakup PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi, hingga PLTS untuk wilayah terpencil.
Dari total tersebut, tujuh proyek dengan kapasitas gabungan 4.548,92 MWp telah disiapkan untuk masuk tahap tender. Proyek itu antara lain PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Gilimanuk 300 MWp, PLTS Bulelng 118 MWp serta PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta 69 MWp.
Sementara itu, proyek yang telah masuk tahap konstruksi dan groundbreaking meliputi PLTS Banyuwangi 130,2 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134,2 MWp, PLTS Terapung Karangkates 133 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, dan PLTS Tembesi 46 MWp. Ditambah PLTS Desa Sembur dan PLTS Pulau Rengit.
Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah memperkirakan program tersebut dapat menghasilkan efisiensi subsidi sekitar Rp73,9 triliun per tahun.
Selain penghematan fiskal, program ini diproyeksikan menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi sekitar 140,16 juta ton CO2.
"Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita. Salah satu anugerah Tuhan yang terindah, yang harus kita syukuri adalah mentari yang bersinar sepanjang tahun di atas bumi pertiwi," kata Bahlil.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.