Dari perspektif pelaku usaha, Agus Nurudin, perwakilan Bidang Keberlanjutan dan Dampak/Kontribusi Sosial Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), mengatakan industri pada dasarnya siap mengikuti arah kebijakan pemerintah terkait dekarbonisasi.
Namun, setiap kewajiban transisi membawa konsekuensi biaya yang perlu diperhitungkan agar tidak membebani daya saing industri dan masyarakat.
“Kita sebaiknya mengejar sesuatu yang progresif. Yang progresif tetapi dalam koridor angka-angka ekonominya pun dipertimbangkan. Implikasi sosialnya,” ujar Agus.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian karena kebijakan energi dan industri saling berkaitan.
Dengan demikian, tantangan RUEN 2026–2035 tidak berhenti pada seberapa ambisius target dekarbonisasi yang ditetapkan, tetapi juga pada bagaimana target tersebut dapat dijalankan. Harmonisasi regulasi, kepastian investasi, dukungan pembiayaan, penentuan sektor prioritas, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk menjembatani keduanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.