Menurut Dian, penyediaan perumahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar akses masyarakat terhadap hunian dapat diperluas.
"Danantara Housing Expo menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi tersebut. Brantas Abipraya siap mengambil bagian melalui pengalaman dan kompetensi yang kami miliki, baik dalam konstruksi maupun pengembangan properti," katanya.
Danantara Housing Expo 2026 mempertemukan pemerintah, BUMN, pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ajang perumahan.
Pameran tersebut menawarkan berbagai pilihan hunian, mulai dari rumah tapak hingga apartemen, untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR. Lebih dari 100.000 unit hunian dari lebih dari 100 pengembang disebut tersedia dalam pameran tersebut.
Dari sisi pembiayaan, sejumlah skema yang ditawarkan mencakup suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) mulai 2,75%, uang muka mulai 1%, serta tenor hingga 30 tahun.