Selain itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juli 2026 sebesar USD120 juta, setelah sempat mengalami defisit pada Juni 2026 sebesar USD450 juta.
Indonesia mencatat ekspor Juli 2026 mencapai USD26,22 miliar atau naik 6,05 persen dibandingkan dengan Juli 2025 (year on year/YoY). Nilai ekspor migas tercatat mencapai USD0,79 miliar atau turun 14,58 persen, sedangkan nilai ekspor nonmigas naik 6,84 persen dengan nilai pada Juli 2026 sebesar USD25,45 miliar.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.740-Rp17.790 per dolar AS.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.