Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi El Nino, Mentan Siapkan Jurus Jaga Produksi Pangan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |22:10 WIB
Hadapi El Nino, Mentan Siapkan Jurus Jaga Produksi Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino terhadap sektor pertanian. (foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino terhadap sektor pertanian. Pemerintah mengandalkan pompanisasi, penguatan irigasi, hingga penggunaan benih tahan kekeringan untuk menjaga produksi pangan.

Langkah tersebut telah dipersiapkan jauh sebelum dampak El Nino dirasakan. Berbagai strategi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.

"El Nino dampaknya insyaallah kita memitigasi. Kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat seperti ini (dengan PM-AAS) dari lima ton jadi sepuluh ton, enam ton menjadi sebelas ton. Kemudian benih yang tahan kekeringan," kata Amran saat kunjungan di Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026).

Ia menegaskan pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi El Nino sehingga dampaknya terhadap produksi pangan dapat ditekan.

"Nah itu cara mentekel, kan kita sudah punya pengalaman, kan? Insyaallah aman," tegasnya.

Selain mengandalkan infrastruktur pengairan dan benih tahan kekeringan, Amran juga menyoroti perkembangan produksi beras nasional hingga saat ini. Ia menyebut produksi telah berada di atas 30 juta ton dan diperkirakan masih dapat bertambah hingga akhir tahun.

"Jadi dengan ini semua, dengan hitungan tadi produksi sampai Oktober kan, November, Desember tinggal dua bulan, kan? Bener nggak? Kan sudah ada produksi Oktober, itu tinggal dua bulan. Sekarang posisinya sudah kurang lebih tiga puluh juta ton, coba cek di BPS," jelas Amran.

Menurutnya, produksi beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 31 juta ton. Dengan tambahan produksi pada bulan berikutnya, ia memperkirakan produksi dapat kembali mendekati 34 juta ton.

"Kalau bulan depan anggaplah jelek-jeleknya 1,5-1,5 (juta ton), kembali 34 (ton)," tandasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement