Dari sisi pengeluaran, pemerintah memastikan APBN digunakan secara efektif dan produktif untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Selain memangkas pos belanja yang tidak mendesak, pemerintah terus memanfaatkan APBN sebagai shock absorber, termasuk melalui penyaluran subsidi untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap daya beli masyarakat.
“Kita kendalikan belanja-belanja yang tidak perlu dan kita arahkan untuk belanja yang produktif. Sementara itu, daya beli masyarakat tetap kita jaga, termasuk dengan menyerap dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi,” ujar Purbaya.
Efisiensi juga diterapkan pada program-program prioritas nasional. Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbaikan tata kelola dan pemanfaatan teknologi. Kementerian Keuangan turut mengawasi pelaksanaannya melalui pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara itu, untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp40 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan dan bunga.
“Untuk KDMP kita sudah sediakan uang Rp40 triliun, sudah siap dari awal tahun itu, untuk membayar cicilan dan bunganya. Jadi September ini akan jatuh tempo, saya pastikan uangnya siap untuk dibayar sehingga perbankan tidak goncang,” tegas Purbaya.