Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Aktif 2027

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |14:57 WIB
LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Aktif 2027
LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Aktif 2027 (Foto: Okezone)
A
A
A

LAMPUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan program penjaminan polis asuransi mulai aktif pada 2027. Hingga saat ini, LPS tengah menyiapkan peraturan LPS (PLPS) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, persiapan penjaminan polis asuransi masih berlangsung. Implementasinya juga masih bergantung pada terbitnya peraturan pemerintah (PP) serta koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan.

“Sekarang kita sedang siapkan PLPS-nya untuk melakukan pendaftaran,” kata Anggito di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) malam.

Anggito menjelaskan, mekanisme keanggotaan LPS untuk perusahaan asuransi akan berbeda dengan perbankan. Jika bank wajib menjadi anggota LPS, perusahaan asuransi memiliki persyaratan tertentu untuk dapat masuk dalam skema penjaminan.

“Kalau bank itu kan wajib sebagai anggota LPS. Kalau asuransi kan tidak, ada persyaratannya,” ujarnya.

Menurut Anggito, persyaratan tersebut antara lain berkaitan dengan kondisi permodalan dan tingkat kecukupan modal berbasis risiko atau risk-based capital (RBC).

“Yang sudah ada ya modalnya, RBC-nya lah. Kecukupan modalnya dan yang lain-lain. Nanti sedang kita rumuskan,” kata dia.

 

LPS berharap program penjaminan polis asuransi dapat mulai berjalan pada 2027. Namun, Anggito mengatakan pelaksanaannya masih memerlukan koordinasi dengan OJK dan pemerintah.

“Sehingga 2027 kita harapkan sudah bisa aktifasinya. Mudah-mudahan ya, karena kan tidak hanya kita. Kita harus sepakat dengan OJK khususnya. Dan juga Kementerian Keuangan sebagai pemerintah,” ujarnya.

Anggito menyebut batas waktu pelaksanaan program tersebut paling lambat Januari 2028. LPS berharap implementasinya dapat dilakukan lebih awal.

“Kalau paling batas akhir kan Januari 2028. Kita harapkan pertengahan sudah,” kata Anggito.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement