Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tertekan ke Rp17.547, Konflik AS-Iran hingga Harga Minyak Jadi Sorotan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |17:18 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp17.547, Konflik AS-Iran hingga Harga Minyak Jadi Sorotan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Para pedagang saat ini bersiap menyambut rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS hari ini dan data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat besok. Laporan-laporan ini dapat memberikan petunjuk mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan untuk meredam tekanan harga.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 60 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral minggu depan.

Dari sentimen domestik, meskipun pemerintah mengisyaratkan anggaran negara berada dalam posisi aman, risiko fiskal akibat tingginya harga minyak dunia tetap membayangi stabilitas perekonomian. Tingginya harga minyak mentah memicu kekhawatiran utama pada beberapa sektor, di antaranya kenaikan harga minyak secara otomatis meningkatkan alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, seperti BBM dan LPG.

Jika penerimaan negara tidak mampu mengimbangi lonjakan pengeluaran subsidi, risiko pelebaran defisit anggaran di atas target meningkat. Apabila impor minyak yang mahal meningkatkan kebutuhan dolar AS, kondisi tersebut dapat memperlemah nilai tukar mata uang domestik.

Jika pemerintah terpaksa menyesuaikan harga BBM domestik untuk mengurangi beban APBN, hal ini akan memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement