Pemerintah umumnya mengandalkan "bantal fiskal" (fiscal buffer), seperti kenaikan pendapatan dari ekspor komoditas lain atau rezeki nomplok (windfall), untuk menjaga agar anggaran tetap aman. Namun, ketidakpastian pasar global membuat kewaspadaan terhadap kesinambungan fiskal tetap menjadi prioritas.
Kendati demikian, tekanan penurunan tertahan oleh sentimen konsumen bulan Agustus yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh kondisi keuangan rumah tangga yang lebih kuat dan prospek ekonomi yang lebih cerah.
Walaupun peningkatan konsumsi belum dibarengi dengan kenaikan pendapatan masyarakat, untuk menopang belanja, masyarakat masih terjerat fenomena "makan tabungan".
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.540-Rp17.590 per dolar AS.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.