Sementara itu, Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional guna membandingkan standar hidup antarnegara.
Ketika Indonesia naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas pada 2023, standar acuan Bank Dunia otomatis disesuaikan dari USD4,20 menjadi USD8,30 per orang per hari.
"Dengan ambang batas yang lebih tinggi, secara alami menyebabkan lebih banyak orang berada di bawahnya; hal ini tidak berarti mereka menjadi lebih miskin. Angka USD8,30 tersebut juga mencerminkan standar hidup di kelompok negara berpendapatan menengah atas yang luas, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita hingga hampir tiga kali lipat dari Indonesia," jelas kedua lembaga.
Pernyataan bersama tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada ukuran yang lebih benar atau salah, karena keduanya memberikan sudut pandang yang saling melengkapi.
"BPS mengukur kemiskinan dalam konteks Indonesia, sehingga bermanfaat untuk pemantauan kemajuan dan kebijakan dalam negeri. Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Dalam hal ini, ukuran yang satu tidak lebih 'benar' daripada yang lain; keduanya memiliki tujuan berbeda dan memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia," tutup pernyataan bersama tersebut.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.