Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadin: Indonesia Perlu Dorong Potensi Destinasi Wisata Jadi Devisa

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |11:02 WIB
Kadin: Indonesia Perlu Dorong Potensi Destinasi Wisata Jadi Devisa
Kadin (Foto: Okezone)
A
A
A

Dia menegaskan sebagian besar modal dasar pariwisata Indonesia telah tersedia, mulai dari pantai, laut, lokasi selam dan selancar kelas dunia, ribuan pulau, gunung berapi, hutan, kekayaan budaya, kuliner, hingga masyarakat yang dikenal ramah. Namun, potensi tersebut belum selalu ditopang ekosistem pariwisata yang memadai.

Indonesia dinilai masih perlu memperkuat konektivitas penerbangan, kapasitas hotel, transportasi publik, pusat perbelanjaan, restoran, penyelenggaraan acara, kebersihan destinasi, kemudahan perjalanan, konektivitas digital, serta konsistensi promosi. 

“Potensi itu sudah kita bicarakan selama puluhan tahun. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi jumlah kedatangan wisatawan, masa tinggal yang lebih panjang, belanja yang lebih besar, investasi, lapangan kerja, dan kunjungan berulang,” ujarnya.

Di tengah tekanan pertumbuhan ekonomi global, tingginya biaya modal, dan terbatasnya ruang fiskal pemerintah, James menilai pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat memberikan hasil ekonomi relatif cepat. Selain kecerdasan buatan, teknologi, dan perumahan, pariwisata dinilai layak mendapat tempat lebih besar dalam strategi pertumbuhan nasional. 

Menurut dia pembangunan pariwisata tidak harus selalu dimulai dengan proyek berskala besar. 

Pembukaan satu rute penerbangan baru, pembangunan marina, penyempurnaan kebijakan visa, kampanye media sosial, pengembangan kawasan belanja, hingga perbaikan akses dari bandara dapat memberikan dampak ekonomi yang besar.

Dia menyatakan fenomena tersebut memperlihatkan perubahan cara wisatawan memilih destinasi. Arus wisata tidak lagi hanya digerakkan kampanye konvensional, tetapi juga konten di TikTok dan Instagram. 

Ketika sebuah tempat, makanan, atau pengalaman menjadi viral, ribuan orang dapat terdorong datang dan merasakan pengalaman serupa.

Dia menilai pengalaman Singapura dan Qatar menunjukkan bahwa pariwisata dapat dikembangkan melalui kombinasi konektivitas, infrastruktur, perhotelan, penyelenggaraan acara, pelayanan, dan pencitraan global. 

Hal ini menunjukkan Indonesia tidak hanya perlu mengandalkan kekayaan alam, tetapi juga kemampuan mengemasnya menjadi produk wisata yang kompetitif.

Pariwisata, kata dia memiliki daya ungkit luas terhadap perekonomian karena menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, transportasi, ritel, kuliner, kerajinan, hiburan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. 

“Pariwisata bukan semata-mata mengenai wisatawan. Pariwisata adalah tentang lapangan kerja, pertumbuhan daerah, devisa, kewirausahaan, dan kepercayaan diri bangsa,” pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement