JAKARTA - Artificial intelligence (AI) mulai mengubah fungsi WhatsApp dari sekadar kanal komunikasi pelanggan menjadi bagian dari proses transaksi dan operasional bisnis.
Perubahan tersebut terlihat dari penggunaan AI agent yang dapat memproses percakapan pelanggan sekaligus menjalankan sejumlah aktivitas bisnis, mulai dari menerima pesanan, membuat reservasi, mengatur jadwal, hingga memproses pembayaran.
Neobiz meluncurkan platform AI-Native Business OS di Indonesia dengan Neo sebagai AI agent yang bekerja melalui WhatsApp Business.
Platform tersebut menghubungkan percakapan pelanggan dengan sistem operasional bisnis sehingga proses tidak harus berpindah ke berbagai aplikasi.
Founder dan CEO Neobiz Jimmy Petrus menyatakan kebutuhan bisnis saat ini tidak hanya pada kemampuan AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga menyelesaikan proses yang muncul dari percakapan tersebut.
"Jadi bisnis tidak membutuhkan sekadar chatbot lain. Tantangannya adalah bagaimana AI yang berbicara dengan pelanggan juga bisa menyelesaikan pekerjaan di balik percakapan tersebut," ujar Jimmy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan data GWI Q2 2025 yang dimuat dalam Digital 2026 Global Overview Report, sebanyak 90,8 persen pengguna internet Indonesia berusia 16 tahun ke atas menggunakan WhatsApp setidaknya sekali dalam sebulan.
Tingginya penggunaan WhatsApp menjadi salah satu alasan kanal tersebut berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk mendukung aktivitas bisnis, terutama dalam menghubungkan interaksi pelanggan dengan proses transaksi.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.