JAKARTA — Telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjadi momen Purbaya Yudhi Sadewa tahu kalau dirinya akan dicopot sebagai Menteri Keuangan. Bahkan Telepon tersebut diterima Purbaya saat menghadiri Rapat Kerja DPD RI.
Purbaya mengaku keputusan pergantian kabinet disampaikan langsung oleh Prasetyo melalui sambungan telepon. Saat itu, Purbaya bahkan menerima telepon tersebut ketika berada di toilet Kompleks Parlemen Senayan.
"Pak Prasetyo (Mensesneg)," ujar Purbaya saat ditanya awak media mengenai sosok yang menelepon dirinya.
Namun demikian, Purbaya telah memperhitungkan kemungkinan adanya pergantian jabatan. Namun, kepastian mengenai pencopotan tersebut baru diketahuinya setelah menerima telepon dari Prasetyo.
"Ya kita udah hitung-hitung. Kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai isu pencopotan dirinya yang dikaitkan dengan langkah tegas pemerintah merombak ratusan pejabat pajak dan bea cukai, Purbaya membenarkan bahwa kebijakan tersebut menjadi salah satu pertimbangan.
Namun, ia menyebut keputusan pergantian menteri juga merupakan hak prerogatif Presiden.
"Sebagian ada. (Sebagian lainnya) itu kan hak prerogatif presiden, kita ikutin aja," kata Purbaya.
Purbaya juga membantah pencopotannya disebabkan adanya benturan kebijakan dengan pemerintah pusat. Ia menegaskan, seluruh kebijakan fiskal yang dijalankan selama sekitar satu tahun masa jabatannya telah mengikuti arahan Presiden.
"Gak ada. Kan kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan presiden. Aman lah itu," tegasnya.
Terkait isu dirinya mendapat tawaran untuk menempati posisi menteri lain, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Purbaya membantah kabar tersebut. Ia mengatakan tidak berminat kembali ke jajaran kabinet setelah dicopot dari posisi Menteri Keuangan.
"Enggak lah, baru dipecat masa jadi menteri lagi, gimana lo," selorohnya.
"(Soal tawaran Menko PMK) kata siapa. Gak tau saya. Udah pensiun, yaudahlah. Tadinya di LPS udah pensiun saya. Di LPS juga udah mau pensiun tadinya. Kita pengen bantuin sebentar, udah cukup lah setahun. Yaudah," imbuh Purbaya.
Setelah tidak lagi menjalankan tugas sebagai pejabat publik, Purbaya mengatakan ingin menikmati masa pensiunnya. Ia berencana menghabiskan waktu dengan bertani dan memancing di kediamannya.
"Mau pulang. Mau piara ikan di belakang rumah, mancing tiap hari," kata dia.
Purbaya juga menyebut dirinya akan kembali menekuni dunia pasar keuangan yang sebelumnya menjadi keahliannya.
"(Soal jadi trader) itu main keahlian saya dari dulu, anak saya aja saya yang ngajarin. Dia duitnya banyak tuh, ratusan miliar duitnya," ungkapnya.
Purbaya mengaku lega setelah proses pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan selesai. Ia mengatakan dapat kembali beristirahat dengan tenang setelah sebelumnya memikirkan kemungkinan pencopotan dirinya.
"Nanti malem. Nanti malem saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok udah tenang, aman," tutup Purbaya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.