Selain mengurangi emisi, perusahaan mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan karbon sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Salah satunya melalui pengembangan pabrik soda ash di Bontang, Kalimantan Timur.
Dalam proyek tersebut, emisi CO2 dari proses produksi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan soda ash yang digunakan oleh berbagai industri, antara lain industri kaca dan deterjen.
“CO2 ini menjadi bahan baku yang kami olah sehingga menjadi produk soda ash. Soda ash ini menjadi bahan baku untuk industri kaca, industri deterjen dan lain sebagainya,” kata Erlangga.
Menurut dia, pemanfaatan CO2 tersebut berpotensi membentuk rantai industri berbasis karbon. Produk soda ash yang digunakan dalam industri kaca, misalnya, dapat berkaitan dengan kebutuhan panel surya sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.
Selain pemanfaatan karbon, pengembangan amonia bersih menjadi bagian lain dari strategi dekarbonisasi. Perusahaan tengah mengkaji pembangunan fasilitas green ammonia di sejumlah lokasi dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan.