JAKARTA - Keselamatan kerja menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam kegiatan operasional industri, terutama pada proyek dengan tingkat risiko yang tinggi.
Penerapan sistem keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan operasional perusahaan.
Salah satu perusahaan yang melaporkan pencapaian keselamatan kerja adalah PT Tracon Industri. Perusahaan penyedia solusi dan jasa industri ini mencatat akumulasi 25 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja atau Zero Lost Time Injury (LTI) per September 2026.
Direktur Utama Tracon Industri Muhammad Badri Halim menyampaikan bahwa budaya keselamatan yang kokoh ini secara langsung meningkatkan nilai serta keamanan investasi bagi para mitra dan klien.
"Bagi Tracon Industri, keselamatan kerja bukanlah penghalang produktivitas. Jika dilihat dari kacamata bisnis, ketika keselamatan SDM terlindungi dengan sistem yang disiplin, kerugian akibat downtime dan gangguan operasional otomatis dapat dicegah," katanya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Badri mengaitkan pencapaian 25 juta jam kerja aman dengan keandalan layanan yang ditawarkan perusahaan kepada pemilik proyek dan mitra strategis.
"Pencapaian 25 juta jam kerja aman di usia 25 tahun bukan sekadar prestasi internal, melainkan jaminan keandalan (reliability) yang kami tawarkan kepada para pemilik proyek dan mitra strategis,” kata Badri.
Milestone ini bertepatan dengan 25 tahun perusahaan. Tracon Industri menyebut pencapaian tersebut ditopang penerapan Sistem Manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) terintegrasi di seluruh lini bisnis dan operasional.
Pihaknya menegaskan keandalan layanan Operation & Maintenance (O&M) serta solusi teknik Tracon Industri di tengah meningkatnya kompleksitas proyek-proyek industri nasional dengan beragam spektrum risiko, mulai dari low risk, medium risk, hingga high risk.
Di tengah dinamika dan tantangan industri pemeliharaan pabrik, Tracon Industri terus memperkuat kapabilitas personel melalui berbagai program pengembangan kompetensi keselamatan kerja.
Badri menambahkan, kemampuan mempertahankan standar di puluhan lokasi proyek aktif secara bersamaan menjadi modal penting perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis di masa depan.
“ke depan, seiring transisi sektor industri menuju praktik yang lebih hijau dan efisien, kami siap membawa standar operasional berkelas dunia ini untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional berikutnya,” tutupnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.