JAKARTA - Bukan hanya IPK tinggi dan deretan sertifikasi yang menentukan seseorang lolos seleksi kerja. Kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, beradaptasi, hingga menunjukkan kontribusi nyata kini menjadi sejumlah faktor yang semakin diperhatikan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja.
Menurut Senior General Manager Human Capital Telkom Indonesia Sendy Kamesvara, perusahaan kini tidak lagi menjadikan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebagai jaminan utama dalam proses rekrutmen. Menurutnya, kemampuan soft skill dan daya adaptasi menjadi faktor penting yang menentukan apakah seorang pelamar dapat lolos seleksi.
Perubahan tren perekrutan tersebut terjadi seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Persaingan untuk masuk ke perusahaan besar, termasuk BUMN, juga semakin ketat karena jumlah pelamar jauh lebih besar dibandingkan dengan kuota yang tersedia.
"Dulu orang yang IPK-nya tinggi dari perguruan tinggi yang kita kenal itu langsung diterima. Tapi sekarang, orang yang IPK-nya tinggi kalau dia kemudian tidak bisa berpikir kritis dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya, tidak akan diterima," ujar Sendy Kamesvara, Sabtu (15/8/2026).
Kemampuan Karakter Mengalahkan Keterampilan Teknis