Jika program MNK PHR berhasil, lanjut Komaidi, tentu membuat rasio cadangan dan produksi migas akan bertambah panjang. Artinya, masa depan bisnis migas di Indonesia, terutama dengan MNK, juga akan lebih panjang.
"Sebab, kekhawatiran perusahaan migas adalah jika tidak menemukan cadangan baru. Karena hal itu otomatis membuat usia perusahaan akan segera berakhir,” kata dia.
Jadi, kalau kemudian menemukan cadangan, kata dia, maknanya adalah memperpanjang usia bisnis migas PHR, termasuk Pertamina secara keseluruhan, karena sumur-sumur MNK bisa diproduksi, sehingga diharapkan potensi-potensi MNK lain di Indonesia juga bisa diproduksi.
"Selain itu, kredibilitas Pertamina dalam produksi migas juga akan meningkat di dunia,” ujarnya.
Keberhasilan memanfaatkan potensi MNK, menurut Komaidi, diharapkan mampu mendukung ketahanan energi nasional. Sebab saat ini keberadaan blok-blok migas yang baru, berada di laut dalam di Indonesia bagian timur.
Dalam kondisi seperti itu tentu mengalami kendala infrastruktur dan tingkat kesulitan yang lebih kompleks dibandingkan menggunakan MNK. Termasuk dari sisi biaya, yang sudah tentu lebih mahal.
“Sedangkan MNK, sebagian sumurnya masih ada di daratan. Dengan demikian diharapkan, biaya produksi atau paling tidak secara teknis, tidak sesulit di laut dalam, sehingga memang layak menjadi harapan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutup Komaidi.
Sebelumnya, Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina melakukan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan lewat anak usahanya PT PHE Rokan Nonkonvensional.
Momentum merupakan langkah strategis pengembangan MNK dan mempertegas MNK Rokan sebagai pionir proyek pengembangan MNK di Indonesia.
Perjalanan MNK Rokan dimulai dari pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan Kelok DET-1 pada 2024 sebagai bagian dari upaya studi potensi migas non-konvensional di struktur North Aman.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.