JAKARTA - Pemerintah bersiap menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai langsung pada kuartal I-II 2027. Skema baru ini disiapkan untuk membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus memastikan penggunaannya sesuai kebutuhan penerima.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan pengolahan dan pemutakhiran data calon penerima bansos. Proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 sebelum uji coba dimulai.
“Kami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba,” kata Luhut saat ditemui di Jakarta belum lama ini.
Skema Bansos Tunai
Luhut mengatakan pemerintah mengarahkan penyaluran bansos ke skema transfer tunai. Namun, mekanisme tersebut akan dirancang agar dana yang diterima masyarakat tetap digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan.
Menurut dia, pemerintah mempertimbangkan penggunaan kupon dalam skema tersebut. Dengan demikian, bantuan tidak dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa yang dilarang, seperti judi online (judol) dan minuman keras.
“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujarnya.
Besaran Bantuan Rp5,4 Juta per Keluarga
Mengenai nilai bantuan, Luhut mengatakan pemerintah tengah menghitung besaran bansos sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Namun, angka tersebut masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, pemerintah tengah membangun sistem digital untuk meningkatkan akurasi data penerima. Sistem tersebut akan mengintegrasikan data dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Proses verifikasi penerima juga akan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Penerima yang telah memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan melalui transfer tunai.
Sementara itu, masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima bansos akan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggah.
“Jadi akan targeted dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,” kata Luhut.
Luhut menambahkan, pengembangan sistem tersebut dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan mengevaluasi hasil uji coba sebelum skema penyaluran bansos tersebut diterapkan secara lebih luas.
Baca Selengkapnya: Jadwal Pencairan Bansos Tunai, Rakyat Akan Dapat BLT Rp5,4 Juta!
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.