Ketiga, pengembangan desain dan penerapan prinsip keberlanjutan. Penguatan riset dan pengembangan produk serta sertifikasi diperlukan agar produk furnitur Indonesia memiliki daya saing dari sisi desain, kualitas, dan identitas produk.
Keempat, penguatan pasar domestik melalui optimalisasi penggunaan produk dalam negeri. Penguatan pasar domestik diharapkan dapat menjadi fondasi bagi industri untuk memperluas pasar ekspor.
"Pada akhirnya, arah yang kita capai adalah menjadikan industri pengolahan kayu dan furnitur Indonesia naik kelas, semakin berdaya saing dan tetap berkelanjutan," kata Putu.
Ia menambahkan, pengembangan industri furnitur membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan industri pun tidak dapat tumbuh optimal tanpa ekosistem yang mendukung," ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.