“Kami ingin menyampaikan swasembada jagung jangan kita lihat berdiri sendiri. Swasembada jagung menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, menurunkan pengangguran,” ujar Amran.
Menurut Amran, peningkatan produksi jagung dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah pencegahan persoalan sosial dari sisi hulu.
“Kalau tiga-tiganya ini terjadi, ini sama dengan preventif untuk mencegah kejahatan. Jadi kita cegat di hulu, bukan di hilir. Bukan setelah dia berbuat kejahatan,” katanya.
Amran juga mengatakan kebijakan percepatan tanam dan penguatan produksi jagung yang dilakukan pemerintah telah meningkatkan produksi nasional. Pada 2025, produksi jagung Januari-Desember tercatat 16,11 juta ton.
“Hasilnya luar biasa. Bapak Presiden apresiasi kemarin. Hasilnya meningkat sampai 20 persen pada semester pertama di tahun 2025, dengan total produksi Januari-Desember 16,11 juta ton,” kata Amran.