Pemerintah juga menyiapkan mekanisme sanggah bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria, tetapi belum terdaftar sebagai penerima. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dapat mengajukan keberatan untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.
Pemerintah memperkirakan nilai bantuan mencapai sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Namun, angka tersebut belum menjadi nominal final karena masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan demikian, masyarakat belum dapat memastikan akan menerima BLT dengan nominal tepat Rp5,4 juta. Angka tersebut masih berupa perhitungan pemerintah dalam menyiapkan skema bantuan sosial tunai.
Bagaimana Mekanisme Penyalurannya?
Luhut mengatakan pemerintah mengarahkan penyaluran bantuan menggunakan mekanisme transfer tunai. Pemerintah juga masih menyiapkan mekanisme untuk memastikan dana digunakan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. "Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya," ujarnya.
Mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final oleh pemerintah. Kapan BLT Cair?
Pemerintah belum menetapkan tanggal pencairan BLT. Luhut mengatakan pemerintah menargetkan proses pengolahan dan pemutakhiran data penerima selesai pada akhir 2026.
Setelah itu, pemerintah akan melakukan uji coba penyaluran pada kuartal I-II 2027. Uji coba dilakukan secara bertahap untuk mengevaluasi mekanisme penyaluran sebelum program diterapkan secara lebih luas.
Dengan rencana tersebut, BLT senilai hingga Rp5,4 juta per keluarga belum dijadwalkan cair pada 2026. Masyarakat masih perlu menunggu hingga pemerintah menyelesaikan pemutakhiran data, sistem verifikasi, dan mekanisme penyaluran bantuan.
Baca selengkapnya: Ini yang Berhak Dapat BLT Rp5,4 Juta, Kapan Cair?
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.