Untuk mempercepat penambahan populasi, pemerintah menyiapkan skema dukungan bagi peternak yang mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah. Sebagian kebutuhan pembiayaan juga dapat menggunakan skema perbankan.
“Kita ingin peternak bisa menambah sapi tanpa harus menanggung seluruh biaya di awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema dukungan yang lebih sesuai dengan karakter usaha sapi perah,” katanya.
Agung menegaskan peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan kepastian pasar. Menurutnya, peternak tidak boleh menghadapi persoalan penyerapan ketika produksi susu meningkat.
“Tidak boleh ada susu segar peternak yang tidak terserap. Kalau produksi ditingkatkan, industri dan pasarnya juga harus siap. Peternak perlu mendapat kepastian bahwa susu yang mereka hasilkan memiliki pasar,” tegas Agung.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan penguatan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian susu nasional. Koperasi memiliki posisi strategis dalam menghubungkan peternak dengan industri sekaligus memperkuat rantai pasok susu.
“Kami ingin melihat bagaimana rantai pasok susu berjalan, apa yang masih menjadi hambatan, serta dukungan apa yang diperlukan agar peternak, koperasi, industri, dan pemerintah dapat bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat,” ujar Titiek.