Menurut Titiek, KUTT Suka Makmur memiliki posisi strategis karena tidak hanya menghimpun dan memasarkan susu, tetapi juga memberikan dukungan kepada peternak melalui penyediaan pakan, pelayanan kesehatan hewan, dan pembiayaan.
“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.
KUTT Suka Makmur saat ini menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah dan produksi sekitar 35 ton susu segar per hari. Koperasi juga mengembangkan produk olahan susu serta menjalin kemitraan penyerapan susu dengan industri.
Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan keberlanjutan usaha peternak sangat bergantung pada kemitraan yang sehat antara koperasi dan industri. Kepastian pasar akan memberikan ruang bagi peternak untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha.
“Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu yang berkualitas,” ujar Evi.
Selain pasar, ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan utama pengembangan sapi perah. KUTT Suka Makmur terus mendorong pengembangan produk olahan susu sekaligus memperkuat penyediaan pakan bagi peternak.