Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurus BI Dongkrak Kredit Perumahan, Uang Muka KPR Bisa 0 Persen 

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |14:53 WIB
Jurus BI Dongkrak Kredit Perumahan, Uang Muka KPR Bisa 0 Persen 
Gubernur BI Destry Damayanti Soal Mengakselerasi Pembiayaan di Sektor Perumahan. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

"Kami memberlakukan rasio loan to value KPR hingga 100 persen sehingga bank bisa menyalurkan kredit setara nilai penuh agunan karena adanya aset rumah fisik yang relatif aman sebagai jaminan. Selain itu, porsi Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat dari 27,8 persen pada 2023 menjadi 29 persen pada 2026," jelas Destry.

Untuk menjaga kesinambungan pendanaan jangka panjang di luar simpanan dana pihak ketiga (DPK), Bank Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan membuka akses likuiditas baru di pasar uang. Kebijakan ini menyasar instrumen surat berharga milik dua entitas kuasi-pemerintah (quasi-government), yakni PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI yang mengemban mandat khusus pembiayaan perumahan dan konstruksi infrastruktur.

Terobosan regulasi tersebut memungkinkan perbankan yang memiliki surat utang SMF dan SMI untuk merepokannya ke bank sentral guna memperoleh suntikan likuiditas secara cepat. Kebijakan yang diluncurkan pada 26 September 2026 ini langsung meningkatkan volume transaksi pendanaan perumahan di pasar sekunder.

"Kami memperluas underlying repo surat berharga SMF dan SMI ke Bank Indonesia, di mana transaksi repo SMF sudah mencapai Rp1,25 triliun dan volume harian pasarnya melonjak enam kali lipat dari Rp31 miliar menjadi Rp180 miliar untuk pendanaan perumahan. Sementara untuk surat berharga SMI, transaksi repo perdana sebesar Rp60 miliar sudah langsung terjadi pada 28 September untuk menopang infrastruktur dan konstruksi," urai Destry.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement