Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Ini Biang Kerok Antrean Panjang BBM Pertalite di Daerah

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2026 |14:46 WIB
Terungkap! Ini Biang Kerok Antrean Panjang BBM Pertalite di Daerah
Terungkap! Ini Biang Kerok Antrean Panjang BBM Pertalite di Daerah (Foto: Pertamina Patra Niaga)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang terjadi di sejumlah daerah bukan disebabkan oleh menipisnya stok nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, salah satu faktor terjadinya antrean BBM khususnya pertalite dikarenakan terkendala masalah distribusi. El Nino atau kekeringan yang melanda saat ini membuat pengiriman BBM ke sejumlah daerah terhambat.

Laode menjelaskan, kondisi sungai yang mengering membuat distribusi BBM yang sebelumnya dapat dilakukan menggunakan kapal harus dialihkan melalui jalur darat menggunakan truk tangki. Peralihan moda transportasi tersebut membuat kapasitas pengiriman menjadi lebih kecil. Selain itu, pengiriman melalui truk membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan distribusi menggunakan kapal.

"Kondisi El Nino ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," ujranya dalam Rakor Inflasi bersama Kemendagri di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dia menambahkan dari sisi ketersediaan stok, cadangan BBM nasional masih berada di kisaran 18 sampai 20 hari. Adapun kapasitas maksimum tangki penyimpanan secara nasional berada di kisaran 25-28 hari. Level tersebut memang masih berada di bawah ketentuan International Energy Agency (IEA) minimal 90 hari.

"Tetapi dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerja sama dengan Pemda untuk dalam rangka mitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan," tambahnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement