"Sebetulnya tidak terlalu besar, belum sampai 1 juta ton sebetulnya. Cuma memang satu sisi, kita Bulog itu diberi batasan untuk membeli jagung, batasan kualitas. Bukan batasan jumlah," tambah Rizal.
Dia menambahkan, sebagian jagung yang dihasilkan petani belum memenuhi standar tersebut, terutama karena kadar air yang masih terlalu tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan Bulog dalam menyerap hasil panen jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak.
"Di sini kami dibatasi adalah kualitasnya yaitu kadar airnya harus 14 persen dan alfatoksinnya 55 pdb. Nah, inilah yang kadang-kadang para petani tidak mampu untuk mengikuti kebutuhan standarisasinya itu. Rata-rata persentasenya itu kadar airnya lebih tinggi dan lain sebagainya," tutup Rizal.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.